Kadang-kadang kita ada rasa iri dalam melihat kesuksesan yang berhasil diraih oleh orang lain. Melihat orang lain sukses kadang-kadang kita merasa kalah. Sikap ini adalah salah satu sikap buruk yang dimiliki oleh manusia. Kita seharusnya tidak merasa kalah hanya dengan melihat kesuksesan yang berhasil diraih oleh orang lain. Kita harus yakin bahwa kita juga bisa sama seperti mereka yang sukses walau jalan yang kita ambil berbeda dengan jalan yang diambil oleh mereka tapi yakinlah akan jalan yang telah kita pilih sebagai jalan yang benar. Selain itu, kita juga harus berusaha dengan keras di jalan yang telah kita pilih dan banyak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita berhasil mencapai kesuksesan di jalan yang telah kita pilih ini. Semoga kita semua dapat mencapai kesuksesan di jalan yang telah kita pilih ini dan kita dapat menghilangkan rasa iri yang muncul dalam diri kita ketika kita melihat orang lain mencapai kesuksesan.
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 31 Maret 2012
Jumat, 09 Maret 2012
Breaking News, Mall SKA Pekanbaru terbakar

PEKANBARU (RIAUTUNAI) – Sekitar pukul 17.30 WIB, tiba-tiba saja asap tebal keluar dari gudang hypermart yang terletak di belakang mall SKA Pekanbaru, Jumat (9/3). Sontak hal ini membuat semua orang yang ada di dalam mall lari berhamburan keluar ruangan. Belum diketahui dengan pasti apa pnyebab terjadinya kebakaran ini, namun dugaan semntara karena konsleting listrik.
“Tiba-tiba saja asap tebal dan berbau seperti kabel terbakar keluar dari gudang hypermart, dan dalam hitungan detik semua ruangan mall di penuhi asap. Semua pengunjung berhamburan keluar untuk menyelematkan diri walaupun tidak ada kelihatan api,” kata Hamdan salah seorang security mall SKA.
Pengamatan riautunai.com di lokasi kejadian, memang tidak terlihat api, namun asap tebal dan berbau seperti kabel terbakar terus keluar dari gudang hypermart. Sampai berita ini dirilis sudah 8 mobil pemadam kebakan dikerahkan. Terlihat polisi masih berjaga-jaga mengamankan lalu lintas dan belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran. Sejauh ini, petugas pemadam kebakaran Pekanbaru terus berusaha untuk memadamkan api. Sementara ratusan karyawan mall SKA terlihat masih berada diluar menyaksikan petugas kebakaran bekerja.(rtn)
Sumber : RIAUTUNAI.com
Senin, 27 Februari 2012
Gabungan Iklan XL, AS, dan IM3
Cerita ini adalah gabungan dari iklan kartu AS, IM3, dan XL. Selamat menikmati.....^^
Suatu hari, di suatu tempat Marwan dan temannya sedang berkumpul.
Orang 1 : "Eh, si Mawar ada di salon tuh."
Marwan : "Betul tuh, kesana yuk."
Orang 1 : "Napain kesana???"
Marwan : "Ada deh."

Setibanya di salon.
Orang 1 : "Dah nyampe kita nih, mau napain sih??"
Marwan : "G mau minta maaf ma si Mawar soalnya kemarin lupa jalan-jalan ma dia."
Orang 1 : "Emank loe siapanya Mawar sih???"
Marwan : "Pacarnya."
Orang 1 : "Oooo......"

Marwan pun maju kedepan.
Marwan : "Mawar, maafin Marwan ya...."
Mawar : "Apa sih susahnya kasih tau kalo gak jadi keluar kemarin? sms gak ada, nelpon pun gak ada."

Marwan pun menjawab,
Marwan : "Aku gak punya pulsa......"
Mawar : "@#$%!!!"

Bagaimana menurut kalian????
Suatu hari, di suatu tempat Marwan dan temannya sedang berkumpul.
Orang 1 : "Eh, si Mawar ada di salon tuh."
Marwan : "Betul tuh, kesana yuk."
Orang 1 : "Napain kesana???"
Marwan : "Ada deh."
Setibanya di salon.
Orang 1 : "Dah nyampe kita nih, mau napain sih??"
Marwan : "G mau minta maaf ma si Mawar soalnya kemarin lupa jalan-jalan ma dia."
Orang 1 : "Emank loe siapanya Mawar sih???"
Marwan : "Pacarnya."
Orang 1 : "Oooo......"
Marwan pun maju kedepan.
Marwan : "Mawar, maafin Marwan ya...."
Mawar : "Apa sih susahnya kasih tau kalo gak jadi keluar kemarin? sms gak ada, nelpon pun gak ada."
Marwan pun menjawab,
Marwan : "Aku gak punya pulsa......"
Mawar : "@#$%!!!"
Bagaimana menurut kalian????
Minggu, 26 Februari 2012
Para Pemadam Kebakaran yang narsis abizzz........

Ada2 ja kerja pemadam kebakaran ini ya....
Sempat2-nya ambil foto di saat rumah kebakaran......
Narsizzzz abizzzz..............
Hahahaha..... :)
Sumber : gudanghumor.com
Cowok idaman para cewek
Cewek : Mas kerja dimana?
Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek : (WAW…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
… Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok : Tidak…rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek : (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok : Tidak donk…
Cewek : (Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok : Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek : (Ooohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok : Tidak tidak…
Cewek : (Iihh…sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok : Yah…baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok : BOHONGIN orang……
Sumber : gudanghumor.com
Cowok : Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek : (WAW…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok : Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek : (WAW kereenn…Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
… Cowok : Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek : (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok : Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek : (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok : Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…
Cewek : (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok : Tidak…rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek : (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok : Tidak donk…
Cewek : (Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok : Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek : (Ooohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok : Tidak tidak…
Cewek : (Iihh…sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok : Yah…baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek : (Subhanallah…calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok : BOHONGIN orang……
Sumber : gudanghumor.com
New Social Network
KABAR HEBOH
BACA SAMPAI HABIS YA
SOSIAL NETWORK YANG MEMBAYAR "WAZZUB.INFO"
Perkenalkan Sosial Network Terbaru yang akan segera Launching Tanggal 09 April 2012 Mendatang. Tidak berbeda jauh dengan Facebook, Twiter, Friendster, Google Dll,Wazzub akan mengusung perihal sama dengan situs Jejaring Sosial Lainnya yakni Komunitas, Komunikasi Antar Pulau, Negara dan Benua. TAPI WAZZUB memiliki satu hal yang berbeda dari Kebayakan Situs Lainnya APAKAH ITU ??
Tahukah anda Jika Facebook, Twiter dan Google Dll itu meraih Keuntungan Milyaran Dollar setiap tahunnya ?? Namun Apakah Kita Pernah merasakan keuntungannya secara langsung berbentuk Dollar (Uang) ?? Padahal Kekayaan mereka tersebut datang dari KITA Pengguna Internet !
Itulah Mengapa WAZZUB HADIR dan mengusung tema "KEKUATAN DARI KITA".
Melihat fenomena diatas tergeraklah seluruh investor dari belahan dunia Seperti India, Cina, Amerika dan Eropa berkumpul untuk membentuk sebuah Situs yang akan menjanjikan Pembagian Profit (Keuntungan) Perusahaan dengan Usernya.
Ya ! WAZZUB akan membayar "kita" sebagai pengguna internet sebagai bentuk terima kasih mereka terhadap kita, tentunya dengan jumlah yang tidak sedikit. Dan Tahukah Anda Dapat dipastikan Sekitar 99% pengguna internet di Selueuh Dunia belum mengetahui Informasi INI ! Artinya kesempatan untuk mendapatkan Profit Ribuan Dollar masih terbuka Lebar !
Tidak semua orang akan mendapatkan PROFIT GAJI dari WAZZUB ini, Lalu Siapakah ORANG YANG AKAN MENDAPATKANNYA ??
Profit GAJI tersebut hanya di bayar kepada orang-orang yang telah memperkenalkan situs ini sebelum Launching 09 April 2012 MENDATANG !
Berarti anda masih memiliki Waktu UNTUK MENDAFTAR SEKARANG JUGA !
Perhitungan Gaji yang ditawarkan jika anda mengajak 5 Orang Saja adalah $ 3.900Setara Rp 35.000.000,-/Bulannya
Perhitungan tersebut jika anda mengajak 5 Orang, bagaimana jika anda mengajak 10, 100, atau 1000 ?? Bisa anda bayangkan ???
DARI MANA WAZZZUB MEMBAYAR SEBESAR ITU ??
Situs telah memiliki Ide yang luar biasa, bayaran yang kita dapat semuanya berasal dari para peng-iklan yang akan meng-order space ke Wazzub. Dan Cara itulah yang dipakai oleh FB dan Google untuk mendapatkan keuntungan Trilyunan Rupiah setiap Bulannya.
BEDANYA adalah Keuntungan yg di dapat dari FB dan Google diperuntukan untuk Founder dan Direksinya saja, Kalau di WAZZUB akan dibagi rata bagi pengguna User yang telah mengenalkan situs ini sebelum 09 April 2012.
ADAKAH JAMINAN INI TIDAK BOHONG ??
Memang saya belum bisa menjamin, dan saya tidak memaksa ANDA untuk bergabung, semua tergantung ANDA. Namun jika ini berhasil,
MAKA WAKTU 5 MENIT YANG ANDA SEMPATKAN UNTUK MENDAFTAR DI SINI AKAN MENJADI LANGKAH AWAL KEHIDUPAN ANDA NANTINYA UNTUK LEBIH BAIK ! caranya :
1. daftar melalui link ini http://signup.wazzub.info/?lrRef=b52363af
2. verifikasi akun wazzub anda di email yahoo agar anda sah menjadi member wazzub. (INI PENTING DILAKUKAN !)
3. sebarkan link wazzub anda dan undang teman-teman anda sebanyak-banyak mungkin.
BURUAANNN....... mumpung GRATIS tak ada ruginya MENCOBA
JANGAN PERNAH MENUNDA KESEMPATAN sebelum 09 APRIL 2012, OPPURTUNITY NEVER COME TWICE ...............!
Posted in: facebook.,komputer,social network,tips. twitter
Selasa, 21 Februari 2012
Gadis Kecil Itu Bernama Siti...
Ini di share dr notes Nurul Hidayah Azmi di fb, selamat membaca.........
Namanya adalah Siti, seorang gadis kecil yang cantik karena memiliki mata dan dagu yang sangat indah. Aku bertemu dengannya tepat pada hari Selasa,7 Februari 2012 sore tadi, disebuah rumah makan lesehan yang terletak di kawasan Dr. Mansyur, Medan. Iseng saja aku dan seorang teman pergi kesana untuk cari-cari makanan mengisi sore yang cerah.
Tak berapa lama kami duduk , lalu datanglah awalnya seorang anak kecil laki-laki yang berpakaian kumal, “ Kak...minta seribunya kak...”. Melihatnya lalu temanku memberikan uang ribuan kepada anak itu. Selang beberapa menit kemudian datang lagi seorang anak laki-laki sekitar umur 7 tahun mendekat sambil menjajakan koran, tapi aku bilang dengan baik-baik bahwa kami tak ingin membeli koran, namun dia tetap keukeuh dengan tawarannya “Kak beli korannya kenapa lah kak, kalo nggak mintak seribu ajalah kak...”. Begitu terus hampir 5 menit dia meminta dan meminta. Aku kasihan tapi kalau yang ini pun ku beri maka aku yakin mereka akan datang lagi dan datang lagi secara bergantian. Akhirnya aku dan teman yang ada di sampingku mendiamkannya saja sampai dia pergi sambil menggerutu.
Lalu makanan yang kami pesan sebelumnya pun datang dibawakan oleh seorang pelayan. Rasanya lumayan enak walau tak seenak masakan buatanku sendiri kataku tersenyum pada temanku, nyata saja dia meng-amin-inya juga. Hehe...maklum saja, diia salah satu penggemar berat masakanku sepertinya. Kamipun bercerita dan bercakap-cakap sambil terus menikmati makanan yang ada di piring kami masing-masing.
Seketika kulihat dari jauh, seorang anak perempuan kecil yang memakai kerudung merah jambu yang sudah kusam dengan baju kaus lengan pendek berwarna kuning dan celana panjang biru yang tentu saja juga kusam. Dia memegang sebuah gelas plastik bekas minuman sambil berlari-lari kecil kearah kami. Disebelah kirinya mengikut anak perempuan yang terlihat lebih kecil darinya, anak yang berambut pendek itu berlari mendekati air keran yang biasa digunakan para tamu menyuci tangan, tak jauh dari kami berdua. Dia tersenyum lalu bilang “Kak, minta seribu kak...”. Sesaat aku tertarik dan suka melihat wajahnya yang benar-benar cantik untuk ukuran seorang pengemis sepertinya. Kulitnya bersih walau baju yang dipakainya kusam, bahkan dia berbeda sekali dengan beberapa anak pengemis yang sebelumnya juga mendekati kami,begitupun dengan adik yang dia bawa, mereka terlihat berbeda.
Ada sesuatu yang menggelitik dihatiku, aku ingin bercakap-cakap sedikit dengannya.
Lalu kutanya,” Namanya siapa dek?”.
“Siapa kak? Saya? Siti kak”. Katanya mengetuk-ngetukkan pelan gelas pelastik yang ada di tanggannya itu ke lantai papan tempat lesehan kami.
“Kamu sekolah?”.
Dia hanya mengangguk sambil terus tersenyum
“Sekolah dimana?”.
“Di SD impres P.Bulan”.
“Mamanya mana? Gak kerja juga?”.
“ Ada di rumah. Kerja... nyuci-nggosok di rumah orang”.
“Ooh..kamu kesini sama siapa? Naik apa?”
“Naik angkot dari P. Bulan kak...”
“Kamu kesinian aja dek, masuk kedalam gak papa...” kataku menawarkan dia masuk ketempat lesehan kami.
“Nggak kak...gak dibolehin masuk...sini aja...”
Aku melirik pelayan toko yang memang dari tadi terlihat memantau dari jauh. Lalu kulanjutkan lagi bertanya pelan-pelan.
“Dek...Siti, kakak mau tanya... Hmm... kalian kalau udah sore ada bapak-bapak atau ibu-ibu yang nyuruh ngumpulin uang hasil kerjanya gak dek trus di kasi ke mereka uangnya?”
Dia lagi-lagi memamerkan senyumnya yang manis sambil memain-mainkan tiang lesehan itu dan menjawab pertanyaanku dengan polosnya.
“Nggak...”
“Terus, langsung di kasih ke siapa uangnya biasanya?”
“Ke mamak...”
Aku pun tersenyum dan memberikan beberapa lembar uang ribuan kepadanya, tangan-tangan kecilnya yang penuh debu-debu jalan menggapai lembaran-lembaran uang itu.
“Ini buat Siti..yang ini buat adeknya ya...”
Dia mengangguk dan menyimpan uang itu.
“Kamu yang rajin belajarnya ya Siti, jangan begini terus kerjanya... Kalau bisa nanti kalau ketemu kakak lagi Siti harus jadi dokter. Oke?” kataku mantap menatap matanya yang-aku tak tau bagaimana menggambarkannya tapi mata itu benar-benar polos- dia pun menggangguk dan berlari-lari khas anak kecil biasanya.
Percakapan itu berlangsung singkat dan ringan, tapi otakku ini seperti tidak bisa ditahan untuk bekerja berpikir mengenai ini dan itu. Ada saja pertanyaan-pertanyaan yang diam-diam kutanyakan dalam hati lalu ku jawab lalu kemudian kubantahkan sendiri pula dalam hati. Aku bertekad, ini harus kutulis! Kutulis!. Itulah cara mendamaikan pikiran dan hatiku akhirnya.
Mungkin banyak orang yang mengalami dan melakukan hal seperti yang aku lakukan dan aku yakin merekapun memikirkan hal yang sama. Dan merekapun tak tau harus berbuat apa kemudian, harus memulai darimana untuk menyelesaikannya, ah, tidak! Maksudku...menindak lanjutinya, Akh! Terlalu naif. Bagaimana kalau... turut prihatin terhadapnya. Mungkin saat ini cuma itu...walau belum tepat hanya sampai tahap itu. Yah...begitulah.
Aku kemudian berkata pada teman yang ada bersamaku tadi, “Seperti apapun dan bagaimanapun ‘Keadilan’ itu, aku jadi semakin tak percaya terhadap wujud kongkritnya... Yang miskin selalu menuntut keadilan agar bisa melanjutkan hidup mereka besok hari tanpa harus berpikir ‘besok makan apa? Dapat darimana? Kalau sakit gimana?’ begitu juga orang kaya selau ngeluhin kebebasan dan ketenangan. Dengan bilang ‘bosan aku dengan kegiatan yang padat setiap hari! Haduh... kalau mau tidur mobil dan motor harus masuk garasi dulu kalau gak bakalan dimalingin, ribet! Besok kesana pakai baju apa ya yang pantas biar matching sama acaranya? Hang out kemana lagi ya habis ini? Provider gak adil! Pulsa ditarik-tarik terus!’ dan lain sebagainya. Jadi pernah gak sih kepikiran ‘K-E-A-D-I-L-A-N’ tu buat siapa dan wujudnya apa?!!.”
Walaupun hanya dibalas senyuman tapi aku tau temankupun pasti sama bingungnya denganku. Yah...lagi-lagi aku harus berdialog dengan hatiku, dan lagi-lagi aku harus sadar bahwa ilmuku masih terlalu dangkal untuk mampu menafsir segalanya sendirian.
Siti...segelintir dari anak-anak jalanan yang kita remehkan tapi pasti punya mimpi yang mungkin lembaran kertaspun tak akan cukup untuk mengabadikannya. Mungkin pula dia ingin sekali teriak dan menangis, walau hanya mengenal kata seperti “Aku ingin bermain seperti yang lain! Aku ingin belajar seperti yang lain! Aku ingin tidur siang seperti yang lain!” karena sepertiku, dia pun barangkali jangankan mengerti apa itu ‘keadilan’ menyebutkannya saja dia pasti akan canggung mengingat usianya kalau boleh kuterka sekitar umur 6 tahun itu.
Aku memandangnya terus dan terus sampai langkah-langkah kecil Siti dan adiknya jauh meninggalkan kami dan menghilang di balik tembok restoran yang lain....
Aku tak sanggup menanyakan “tanggung jawab siapa mereka?” karena aku sudah tau jawaban diplomatisnya. Aku juga enggan memastikan “apa solusinya untuk menolong pendidikan dan kehidupan anak-anak dibawah umur seperti mereka?” karena akupun sudah tau jawaban klise yang akan diberikan.
Aku hanya bisa berkata kepada temanku itu “Bang, semiskin dan sesulit kehidupan seperti apapun ami nanti... Aku haramkan anakku untuk mengukur jalanan mencari pundi-pundi uang recehan untuk menghidupiku sedangkan aku dalam keadaan sehat tak melakukan apa-apa untuknya...”
Sore itu indah karena Tuhanku memberiku pandangan bagaimana kehidupan dibalik hidupku agar aku tetap bersyukur pada Zat yang menciptakanku....Fabi ayyi alaa irabbikumaa tukadzibaan.. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Langganan:
Postingan (Atom)

