Alkisah suatu hari, hiduplah seorang anak manusia di dunia ini. Anak manusia itu sangat lah lugu sehingga banyak orang yang selalu mempermainkan dirinya. Hal itu terjadi karena anak itu selalu tidak dapat membalas semua perbuatan dari orang-orang yang mempermainkannya dan hanya dapat menerima perbuatan orang lain begitu saja.
Waktu pun terus berjalan dan tak terasa anak manusia tersebut sekarang sudah beranjak menuju kedewasaannya dan sudah harus terjun ke masyarakat dalam menjalani kehidupannya. Akan tetapi, karena pada masa kecilnya dia selalu dipermainkan oleh orang maka anak itu merasa takut untuk melakukan interaksi dengan masyarakat. Hal ini pun membuat kedua orang tua dari anak itu sangat khawatir bagaimana dengan masa depan anak itu kelak. Berbagai cara pun dilakukan untuk membuat anak itu dapat membaurkan dirinya dengan masyarakat yang ada di sekitarnya. Salah satu cara yang dilakukan oleh kedua orang tua anak itu adalah dengan cara mencarikan anak ini sebuah pekerjaan. Pekerjaan itu pun didapat oleh kedua orang tua anak itu. Pekerjaan itu adalah menjadi seorang tenaga buruh di sebuah pelabuhan besar. Diharapkan anak itu dapat segera membaur dengan masyarakat dengan pekerjaan ini karena dengan pekerjaan ini maka anak itu dapat bertemu dengan banyak orang dan melakukan interaksi dengan masyarakat.
Anak itu pun akhirnya menerima pekerjaan itu walaupun masih terdapat ketakutan di dalam dirinya untuk melakukan interaksi dengan masyarakat. Pada awalnya masih banyak orang yang meremehkan anak itu, tetapi setelah lewat beberapa saat ternyata semua pekerjaan yang dilakukan oleh anak itu bagus dan sangat memuaskan pihak-pihak yang menyewa tenaganya di pelabuhan. Sejak saat itu, makin banyak orang yang kemudian bersikap baik terhadap anak manusia itu.
Suatu saat datanglah seorang yang amat kaya dari sebuah negeri ke pelabuhan tempat anak tersebut bekerja. Dia datang kesana dengan tujuan untuk melakukan hubungan dagang dengan masyarakat disana. Pada saat dilakukan pembongkaran peti dari barang dagangannya, dia pun memakai tenaga dari anak manusia itu. Anak manusia itu pun melakukan pekerjaan itu dengan amat baik. Melihat hasil dari pekerjaan yang dilakukan anak itu, orang kaya itu merasa bahwa anak itu sangat berbakat dalam melakukan pekerjaannya sehingga kemudian anak itu dipkerjakan di rumah orang kaya tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar